Category: Berita

  • Pelatihan Pengelolaan Limbah B3 di RSUD Al-Ihsan

    Pelatihan Pengelolaan Limbah B3 di RSUD Al-Ihsan

    Pada tanggal 15 Mei 2024, PT Jasa Medivest bersama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan Kabupaten Bandung mengadakan pelatihan pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di Aula RSUD Al-Ihsan. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk tenaga medis, staf rumah sakit, dan perwakilan dari dinas kesehatan setempat, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah B3 yang dihasilkan oleh fasilitas kesehatan.

    Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 di Fasilitas Kesehatan

    Pengelolaan limbah B3 di fasilitas kesehatan merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Limbah B3 yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat mencakup bahan kimia berbahaya, obat-obatan kadaluwarsa, serta limbah infeksius yang jika tidak dikelola dengan benar dapat menimbulkan dampak negatif yang serius. Oleh karena itu, pelatihan ini diadakan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengelola limbah tersebut secara aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Materi Pelatihan dan Metodologi

    Pelatihan ini mencakup berbagai topik penting, termasuk identifikasi jenis-jenis limbah B3, prosedur penanganan yang aman, serta teknik pemusnahan dan pengolahan limbah. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai regulasi dan standar yang harus dipatuhi, seperti Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Metodologi yang digunakan dalam pelatihan meliputi presentasi, diskusi kelompok, serta simulasi praktik untuk memastikan bahwa peserta dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam situasi nyata.

    Peran PT Jasa Medivest dalam Pengelolaan Limbah B3

    Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan limbah, PT Jasa Medivest memiliki komitmen kuat untuk membantu fasilitas kesehatan dalam menangani limbah B3 dengan cara yang profesional dan bertanggung jawab. Kerjasama dengan RSUD Al-Ihsan ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. PT Jasa Medivest menyediakan tidak hanya pelatihan, tetapi juga dukungan teknis dan konsultasi untuk memastikan bahwa setiap proses pengelolaan limbah berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

    Kolaborasi antara PT Jasa Medivest dan RSUD Al-Ihsan dalam mengadakan pelatihan pengelolaan limbah B3 ini merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Dengan pelatihan yang komprehensif dan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan pengelolaan limbah B3 di RSUD Al-Ihsan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam menjalankan praktik pengelolaan limbah yang baik dan benar.

    Sekilas Tentang RSUD Al Ihsan

    Pada tanggal 15 Januari 1993 dengan akta notaris Tien Norman Lubis, SH Nomor : 48 didirikanlah Yayasan Al Ihsan oleh enam orang tokoh Jawa Barat yang mewakili unsur – unsur umat islam, ulama dan pemerintah terdiri dari :

    1. Drs. H. M. Ukman Sutaryan
    2. H.M.A. Sampoerna
    3. H. Agus Muhyidin
    4. K.H. R. Totoh Abdul Fatal
    5. Drs. K.H. Ahmad Syahid
    6. Drs. H.M. Soleh, MM.

    Salah satu amal usaha Yayasan Al Ihsan adalah Rumah Sakit Islam Al Ihsan. Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Al Ihsan dilakukan pada tanggal 11 Maret 1993 M bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1414 H, momen ini bertepatan pula dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini dihadiri oleh Tokoh – Tokoh Masyarakat, Pejabat Provinsi, Kabupaten, Bupati, Walikota, Ulama se-Jawa Barat dan Pimpinan Ormas – Ormas Islam. Operasional kegiatan pelayanan Rumah Sakit Islam Al Ihsan sendiri dimulai sejak tanggal 12 November 1995.

    Perubahan Kepemilikan
    Dalam perkembangannya, Rumah Sakit Islam Al Ihsan yang tadinya dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Al Ihsan dari tahun 1993 hingga tahun 2004, beralih kepemilikannya menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2004 hingga saat ini.

    Perubahan Status
    Pada tanggal 19 Nopember 2008 Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No: 23 Tahun 2008 Rumah Sakit Islam Al Ihsan berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 10 Juli 2009 RSUD Al Ihsan ditetapkan untuk Menerapkan PPK-BLUD melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 900/Kep.921-Keu/2009. Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan merupakan unit sosioekonomi, yang menjalankan pengelolaanya berdasarkan fungsi sosial dan ekonomi. Artinya dalam menjalankan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan tetap menggunakan perhitungan ekonomi, dimana pekerjaan dilakukan secara profesional, efisien dan produktif tetapi tidak melupakan fungsi sosialnya bagi masyarakat. Pengelolaan menjadi lebih komplek, karena di satu sisi pihak manajemen dihadapkan pada situasi persaingan yang semakin ketat, sementara pada sisi yang lain Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan harus tetap menjalankan fungsi sosialnya.

    Fungsi Sosial
    Sebagai implementasi dalam menjalankan fungsi sosialnya, Rumah Sakit Islam Al Ihsan menyediakan fasilitas yang layak untuk melayani pasien yang kurang mampu, juga banyak melakukan aktifitas bakti sosial bagi masyarakat yang membutuhkan seperti khitanan masal, pengobatan gratis, bantuan penanggulangan bencana dll.

    Sumber : RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat (jabarprov.go.id)

  • Pelatihan Pengelolaan Limbah B3 Medis di Rumah Sakit Rajawali Bandung.

    Pelatihan Pengelolaan Limbah B3 Medis di Rumah Sakit Rajawali Bandung.

    Rumah Sakit Rajawali Bandung – Pada tanggal 14 Mei 2024, PT Jasa Medivest kembali mengadakan pelatihan di lingkungan Rumah Sakit Rajawali Bandung. Pelatihan yang diselenggarakan oleh PT Jasa Medivest merupakan bentuk fasilitas yang disediakan secara gratis untuk pelanggan dan ditujukan untuk karyawan rumah sakit. Hal ini menunjukkan komitmen PT Jasa Medivest dalam mensosialisasikan pengelolaan limbah B3 medis di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di RS Rajawali Bandung. Pelatihan ini dipandu oleh Hermawan, seorang staf marketing PT Jasa Medivest sekaligus Trainer pelatihan. Acara dibuka oleh Agah Nugraha, manajer marketing PT Jasa Medivest, sebelum dilanjutkan dengan presentasi materi pelatihan.

    Tentang Rumah Sakit Rajawali Bandung

    Rumah Sakit Rajawali didirikan pada tahun 1975 dengan visi memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Rumah sakit ini menyediakan layanan kesehatan umum dan spesialis, serta memfasilitasi pendidikan dan penelitian kedokteran. Organisasi rumah sakit dipimpin oleh Direktur dan dibantu oleh beberapa wakil direktur, dengan tenaga medis dan non-medis yang memberikan layanan kesehatan. Saat ini, RS Rajawali sedang menjalani restrukturisasi organisasi oleh pemilik baru, yaitu Primaya Hospital.

  • PERSI dan ARSSI Bogor Mengadakan Pertemuan

    PERSI dan ARSSI Bogor Mengadakan Pertemuan

    Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Cabang Bogor dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor mengadakan acara halal bihalal dan pertemuan bersama perwakilan rumah sakit pada tanggal 1 Mei 2024. Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergi antar rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

    Ketua PERSI Bogor Raya, Lanjar Sugiyanto, menjelaskan bahwa PERSI merupakan wadah bagi seluruh rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. “Kita berkumpul untuk bertukar pikiran dan merumuskan kebijakan terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga membahas berbagai isu terkait pelayanan kesehatan, termasuk kebijakan pemerintah tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Kita ingin memastikan bahwa JKN dapat berjalan dengan baik dan menyeluruh, sehingga semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas,” kata Yudhy Iskandar, Ketua ARSSI Bogor.

    Lebih lanjut, Mula Dharma, Ketua Panitia Halal Bihalal, mengungkapkan harapannya agar rumah sakit pemerintah dan swasta dapat bekerja sama dengan lebih baik.”Kita ingin membangun sinergi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat” ujarnya.

    Acara halal bihalal dan pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi rumah sakit di Bogor untuk bersatu padu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

    Beberapa poin penting dari artikel:

    • PERSI dan ARSSI Bogor mengadakan pertemuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergi.
    • Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
    • Para peserta membahas berbagai isu terkait pelayanan kesehatan, termasuk JKN.
    • Diharapkan rumah sakit pemerintah dan swasta dapat bekerja sama dengan lebih baik.
    • Tujuannya adalah untuk membangun sinergi dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
  • Peresmian Rumah Sakit Unpad

    Peresmian Rumah Sakit Unpad

    Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan

    Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti, dan Ketua MWA Unpad Arief Yahya membuka Rumah Sakit Unpad di kampus Jatinangor, Senin (25/3/2024). Turut hadir juga direktur PT Jasa Medivest Beni Cahyadi di dampingi Staf Marketing PT Jasa Medivest Whendie Rossano.

    “Saya optimistis rumah sakit ini akan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas dan juga akan mengurangi beban rumah sakit lain di Jawa Barat, sehingga pada saatnya masyarakat akan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan lebih mudah lagi,”ujar Bey. Rumah sakit ini akan memberikan pelayanan kesehatan lebih cepat dan mudah bagi masyarakat.

    Setelah pembukaan, Rumah Sakit Unpad akan digunakan untuk pendidikan oleh sivitas akademika Unpad. Saat ini, RS Unpad telah mendapat izin sebagai RS tipe C. Nantinya, layanan akan tersedia untuk masyarakat setelah mendapat izin RS tipe B.

    Bey berharap RS Unpad akan menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang unggul. Dia juga ingin RS Unpad memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

    Selain itu, RS Unpad diharapkan menjadi lokomotif dalam pengembangan layanan kesehatan di Jawa Barat. Bey menekankan pentingnya perawatan RS yang baik.

    Rektor Unpad menyatakan bahwa RS ini dibangun untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas dan menjadi pusat pendidikan. RS Unpad akan melatih tenaga kesehatan dan mengembangkan inovasi dalam pengobatan.

    Pembangunan RS Unpad dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama selesai menggunakan dana dari Unpad dan Pemprov Jabar. Perlatan kesehatan didapat dari Kementerian Kesehatan, Pendidikan, dan alumni.

    Tahap kedua akan dibangun melalui program kerja sama pemerintah dan badan usaha. RS tahap 2 akan menjadi RS tipe A.

    Direktur Utama RS Unpad, Herry Herman, dr., Sp.OT., PhD mengatakan bahwa tenaga kesehatan diisi oleh lima fakultas kesehatan Unpad. Staffing didapatkan dari lima fakultas tersebut.

    Selain itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Unpad dan BJB tentang layanan perbankan pada RS Unpad.

    sumber Fasilitas RS Unpad Resmi Dibuka – Universitas Padjadjaran