Category: Berita

  • Dari Limbah Organik Menjadi Manfaat: PT Jasa Medivest Kembangkan Media Komposting Bersama Mahasiswa

    Dari Limbah Organik Menjadi Manfaat: PT Jasa Medivest Kembangkan Media Komposting Bersama Mahasiswa

    PT Jasa Medivest mengembangkan fasilitas pengomposan untuk mengelola limbah organik domestik secara mandiri dan ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kesehatan Lingkungan sebagai bagian dari program magang akademik sekaligus menjadi langkah nyata dalam menerapkan prinsip 3R dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

    Pada 30–31 Juli 2026, PT Jasa Medivest melaksanakan kegiatan pembuatan media komposting untuk mengolah limbah organik domestik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di lingkungan perusahaan.

    Kegiatan tersebut diprakarsai oleh tim PT Jasa Medivest bersama dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, peminatan Kesehatan Lingkungan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu Sabda Aulia dan Novi Fitriani. Keduanya tengah menjalani program magang akademik di PT Jasa Medivest.

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Selain memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, program tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan solusi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan perusahaan.

    Mengelola Limbah Organik dari Sumbernya

    Limbah organik merupakan jenis limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, daun kering, dan ranting. Apabila dikelola dengan baik, limbah tersebut tidak hanya dapat dikurangi jumlahnya, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.

    Melalui pembuatan media komposting, PT Jasa Medivest berupaya mengelola sebagian limbah organik secara mandiri. Langkah ini sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), yaitu mengurangi timbulan limbah, menggunakan kembali material yang masih dapat dimanfaatkan, serta mendaur ulang limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.

    Program pengomposan ini juga menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mendukung aspek pengelolaan lingkungan yang berkaitan dengan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup).

    Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan limbah tidak berhenti pada proses pembuangan, tetapi diarahkan pada pemanfaatan kembali material yang masih memiliki potensi.

    Dua Media Komposting untuk Jenis Limbah Berbeda

    Dalam pelaksanaannya, PT Jasa Medivest menggunakan dua jenis media komposting yang disesuaikan dengan karakteristik limbah organik.

    Media Pertama untuk Sisa Makanan

    Media pertama menggunakan drum plastik HDPE berkapasitas 200 liter. Wadah ini diperuntukkan bagi pengolahan sisa makanan dengan kapasitas sekitar 45 kilogram per siklus pengomposan

    Drum tersebut dilengkapi dengan sejumlah bagian pendukung untuk membantu proses pengomposan, antara lain nampan penampung sampah, lubang pengambilan kompos, serta keran untuk mengalirkan pupuk organik cair.

    Selain itu, terdapat pipa berongga yang berfungsi membantu sirkulasi udara di dalam media dan mendukung pelepasan gas yang terbentuk selama proses penguraian bahan organik.

    Penggunaan drum menjadi pilihan yang praktis karena bentuknya tertutup dan dapat ditempatkan pada area yang telah ditentukan. Dengan pengelolaan yang tepat, sisa makanan yang sebelumnya menjadi limbah dapat diproses menjadi kompos dan pupuk organik cair.

    Media Kedua untuk Limbah Vegetasi

    Berbeda dengan sisa makanan, limbah vegetasi seperti daun kering dan ranting dari area hijau perusahaan membutuhkan media yang lebih terbuka.

    Untuk kebutuhan tersebut, PT Jasa Medivest menggunakan wire mesh atau ram kawat dengan keliling sekitar 4 meter dan diameter sekitar 127 sentimeter.

    Media ini dirancang untuk menampung limbah vegetasi sehingga proses penguraian dapat berlangsung dengan sirkulasi udara yang cukup. Daun kering dan ranting yang sebelumnya harus dikelola sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengomposan.

    Penggunaan dua media dengan fungsi berbeda menunjukkan bahwa pengelolaan limbah organik perlu mempertimbangkan jenis dan karakteristik material yang akan diolah.

    Kolaborasi Industri dan Mahasiswa untuk Lingkungan

    Keterlibatan Sabda Aulia dan Novi Fitriani dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di luar lingkungan kampus.

    Melalui program magang akademik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pembuatan fasilitas pengolahan limbah organik.

    Bagi dunia industri, kolaborasi dengan mahasiswa juga dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan dan menghadirkan perspektif baru dalam pengelolaan lingkungan.

    Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Perguruan tinggi berperan dalam pengembangan pengetahuan dan sumber daya manusia, sementara perusahaan menyediakan ruang penerapan pengetahuan tersebut dalam aktivitas nyata.

    Dari Fasilitas Sederhana Menuju Program Berkelanjutan

    Setelah seluruh media komposting selesai dirakit, pengelolaannya akan diserahkan kepada PT Jasa Medivest untuk digunakan secara berkelanjutan.

    Tahap berikutnya akan diawali dengan sosialisasi kepada para pekerja mengenai tata cara penggunaan media komposting. Sosialisasi menjadi bagian penting karena keberhasilan program pengelolaan limbah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh keterlibatan orang-orang yang menggunakannya.

    Dalam penerapannya, proses pengomposan akan memanfaatkan EM4, yaitu bahan yang mengandung mikroorganisme untuk membantu proses penguraian bahan organik. Dengan penggunaan yang tepat, proses penguraian diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

    Hasil akhirnya diharapkan berupa kompos dan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan kembali. Dengan demikian, limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan memiliki peluang untuk kembali memberikan manfaat bagi lingkungan.

    Langkah Nyata Membangun Budaya Pengelolaan Limbah

    Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana konsep kesehatan lingkungan diterapkan di dunia kerja. Bagi perusahaan, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik secara mandiri.

    Ke depan, keberlanjutan program akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, pemilahan limbah dari sumbernya, serta partisipasi seluruh pekerja.

    Melalui inisiatif tersebut, PT Jasa Medivest terus mendorong pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan manfaat dan nilai tambah dari limbah.

    Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan praktik pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

  • Aksi Kolaborasi Produktif PT Jasa Medivest dan Perguruan Tinggi dalam Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Aksi Kolaborasi Produktif PT Jasa Medivest dan Perguruan Tinggi dalam Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Tri Dharma Perguruan Tinggi – Pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat krusial dalam mencetak generasi inovator dan profesional masa depan. Oleh karena itu, sinergi antara dunia akademik dan sektor industri menjadi sebuah keharusan untuk memastikan relevansi keilmuan dengan kebutuhan lapangan kerja.


    Sinergi Strategis Industri dan Dunia Akademik

    Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh para pemimpin dari berbagai institusi, yang menegaskan komitmen bersama untuk menyelaraskan kapasitas dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Para perwakilan otoritatif yang hadir dalam kegiatan ini meliputi:

    • Rani Handriani, S.Si., M.Kes – Ketua Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih.
    • Slamet Risnanto, S.T., M.Kom., Ph.D – Dekan Fakultas Teknik Universitas Sangga Buana.
    • Ir. H. Hendra Garnida, M.T – Ketua Badan Pengawas Yayasan Bakti Asih.
    • Direktur PT Jasa Medivest.

    Kolaborasi ini dirancang sebagai langkah awal harmonisasi antara dunia akademik dan industri. Tujuannya adalah untuk mewujudkan tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ke dalam praktik nyata yang terukur.


    Pandangan Pemangku Kepentingan terhadap Kolaborasi Berkelanjutan

    Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk menyatukan visi institusi pendidikan dan pelaku industri. Para tokoh yang hadir menyadari bahwa hubungan yang konstruktif akan memberikan dampak positif yang luas bagi mahasiswa dan masyarakat.

    Ketua Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih, Rani Handriani, menekankan pentingnya komitmen jangka panjang. “Wujudkan sinergi berkelanjutan, MoU ini menjadi langkah awal penyelarasan antara akademisi bersama pelaku industri,” ujarnya.

    Selanjutnya, Dekan Fakultas Teknik Universitas Sangga Buana, Slamet Risnanto, turut mengajak seluruh pihak untuk membangun perspektif yang positif. “Saatnya membangun optimisme bersama melalui kerja sama konstruktif,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Yayasan Bakti Asih, Ir. H. Hendra Garnida, menyoroti aspek orientasi hasil dari kerja sama ini. Beliau menyatakan, “Banyak hal yang bisa menjadi aksi bersama, kuncinya adalah kebermanfaatan.”

    Sebagai perwakilan industri yang memiliki komitmen pada pembangunan daerah, Direktur PT Jasa Medivest, Kang Ben, menegaskan visi perusahaan. “Ke depan, ragam aksi perseroan membutuhkan keterlibatan multi-sektor. Semua dirajut kolaborasi produktif untuk meraih kebermanfaatan bagi Jawa Barat,” ungkapnya.


    Dampak Positif Tri Dharma bagi Mahasiswa dan Perguruan Tinggi

    Bagi PT Jasa Medivest, keterlibatan dalam dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang. Perusahaan tidak hanya bertindak sebagai pengelola fasilitas industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, tetapi juga memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi perguruan tinggi.

    Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sinergi ini dirancang untuk memberikan fasilitas dan kemudahan bagi sivitas akademika melalui tiga aspek utama:

    1. Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Praktik Lapangan Mahasiswa akan mendapatkan akses dan kesempatan untuk melihat serta melakukan praktik langsung di fasilitas PT Jasa Medivest. Pengalaman lapangan ini sangat penting agar teori yang dipelajari di kampus dapat dipahami penerapannya dalam dunia industri secara nyata dan profesional.
    2. Dukungan Penelitian dan Inovasi Perusahaan membuka ruang diskusi dan kolaborasi bagi mahasiswa serta dosen untuk melakukan penelitian bersama. Fokus penelitian ini diarahkan pada pencarian solusi dan inovasi terbaru dalam bidang pengelolaan limbah medis maupun industri yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
    3. Pengabdian Masyarakat yang Terarah Sinergi industri dan kampus ini akan melahirkan program-program pengabdian kepada masyarakat yang lebih terstruktur. Hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.

    Membangun Kebermanfaatan untuk Masa Depan

  • HLH Expo 2025: Babak Baru Pengelolaan Sampah Plastik Indonesia, Kebijakan Diperketat

    HLH Expo 2025: Babak Baru Pengelolaan Sampah Plastik Indonesia, Kebijakan Diperketat

    Jakarta – Hari Lingkungan Hidup (HLH) Expo 2025, yang tengah berlangsung dari 22 hingga 24 Juni di Jakarta Convention Center (JCC), menjadi lebih dari sekadar pameran lingkungan tahunan. Acara yang dibuka secara resmi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini menandai sebuah titik balik fundamental dalam pendekatan Indonesia terhadap krisis sampah plastik melalui perombakan total dua instrumen kebijakan utamanya: Adipura dan PROPER.

    Di tengah pameran inovasi dari puluhan pelaku industri hijau, pemerintah secara tegas menggeser fokus dari imbauan ke aksi yang terukur, menciptakan gelombang baru tantangan sekaligus peluang besar bagi pemerintah daerah dan sektor korporasi.

    PT Jasa Medivest dan PT Jabar Laju Transindo sebagai perusahaan pengelolaan limbah B3 ikut berpartisipasi dalam acara ini.

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono berbincang dengan Direktur PT Jasa Medivest Beni Cahyadi

    Krisis Plastik: Angka di Balik Urgensi Kebijakan

    Langkah tegas pemerintah ini didasari oleh data yang mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari KLHK menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Indonesia menghasilkan sekitar 10,8 juta ton sampah plastik, dengan lebih dari 6 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik.

    “Data ini bukan lagi sekadar statistik, ini adalah sinyal darurat,” ujar seorang perwakilan dari KLHK di sela-sela acara, Senin (23/6/2025). “Target kita untuk mengurangi 70% sampah plastik ke laut pada 2025 membutuhkan langkah-langkah luar biasa, dan HLH Expo tahun ini adalah panggung untuk langkah tersebut.”

    Revolusi Senyap: Adipura dan PROPER Dirombak Total

    Fokus utama dari HLH Expo 2025 adalah sosialisasi dan peluncuran versi terbaru dari Adipura dan PROPER. Perubahan ini dirancang untuk memaksa adanya perbaikan sistemis dari hulu ke hilir.

    1. Adipura: Dari Piala Kebersihan ke Instrumen Kinerja

    Penghargaan Adipura tidak akan lagi identik dengan kota yang sekadar “terlihat bersih”. Bobot penilaian untuk kinerja pengelolaan sampah dinaikkan secara drastis dari 30% menjadi 70-75%.

    “Ini adalah game changer,” jelas seorang analis kebijakan lingkungan. “Walikota dan bupati kini harus memprioritaskan investasi pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), teknologi daur ulang, dan sistem pemilahan sampah di sumber jika ingin meraih penghargaan bergengsi ini.”

    2. PROPER: Menagih Tanggung Jawab Produsen

    Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) juga diperketat. Kriteria untuk meraih peringkat Hijau atau Emas kini akan memberi bobot lebih tinggi pada:

    • Implementasi Ekonomi Sirkular: Seberapa jauh perusahaan mendesain ulang produk agar mudah didaur ulang.
    • Extended Producer Responsibility (EPR): Adanya program nyata untuk menarik kembali dan mengelola sampah kemasan yang dihasilkan.

    Langkah ini secara efektif “menagih” tanggung jawab perusahaan-perusahaan besar, terutama di sektor FMCG (Fast-Moving Consumer Goods), atas jejak sampah plastik mereka.


    Pameran Inovasi dan Peluang Investasi

    Pergeseran kebijakan ini secara langsung menciptakan pasar baru yang terlihat jelas di lantai pameran. Sebanyak 78 stan menampilkan beragam solusi, mulai dari:

    • Teknologi Daur Ulang: Perusahaan besar seperti Tetra Pak dan Le Minerale menampilkan inovasi kemasan dan hasil produk daur ulang.
    • Inisiatif Komunitas: Kisah sukses dari Bank Sampah di berbagai daerah yang mampu mengubah sampah menjadi nilai ekonomi.
    • Startup Teknologi Hijau: Berbagai startup menawarkan solusi digital untuk manajemen sampah, biokonversi maggot, hingga produksi material alternatif pengganti plastik.

    “Permintaan untuk solusi pengelolaan sampah yang efektif akan meledak,” kata seorang peserta pameran dari perusahaan teknologi lingkungan. “Perombakan Adipura adalah sinyal investasi terbaik bagi kami.”

    Peluang ini tidak hanya terbatas pada teknologi, tetapi juga merambah ke sektor pembiayaan hijau (green financing), di mana lembaga keuangan dapat berperan dalam mendanai proyek-proyek infrastruktur sampah di daerah.


    Arah Baru Pengelolaan Lingkungan Indonesia

    HLH Expo 2025 akan dikenang bukan karena kemeriahannya, tetapi karena keberaniannya mengubah arah kebijakan. Dengan memperketat Adipura dan PROPER, pemerintah tidak lagi hanya berharap, tetapi mulai menuntut adanya perubahan nyata.

    Bagi masyarakat, perusahaan, dan pemerintah daerah, pesan dari JCC pekan ini sangat jelas: era pengelolaan sampah secara konvensional telah berakhir, dan babak baru ekonomi sirkular yang terukur dan dipaksakan secara kebijakan telah resmi dimulai.

  • HPSN 2025, Aksi Nyata Menuju Kota Bersih dan Berkelanjutan

    HPSN 2025, Aksi Nyata Menuju Kota Bersih dan Berkelanjutan

    Cimahi Peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 dengan Aksi Nyata Menuju Kota Bersih dan Berkelanjutan

    Cimahi, 22 Februari 2025 – Pemerintah Kota Cimahi, bersama dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan masyarakat, memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 dengan serangkaian aksi nyata untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Acara yang mengusung tema “Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih” ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan langkah menuju Cimahi Zero to TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

    Aksi Bersih Pasar dan Peluncuran Bank Sampah Unit

    Peringatan HPSN 2025 di Kota Cimahi diawali dengan Aksi Bersih Pasar yang melibatkan ratusan peserta, termasuk pejabat pemerintah, sekolah-sekolah sekitar pasar, pedagang, dan masyarakat umum. Acara ini dipusatkan di Pasar Atas Baru, yang menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menanggulangi permasalahan sampah, khususnya di pasar tradisional.

    Sebagai bentuk komitmen dalam pengelolaan sampah pasar, Bank Sampah Unit (BSU) Pasar Atas Baru resmi diluncurkan. Bank sampah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pedagang dan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

    Diskusi dan Pameran Teknologi Pengelolaan Sampah

    Puncak acara HPSN 2025 dilaksanakan di Technopark, yang menjadi ajang diskusi dan pameran teknologi pengelolaan sampah. Berbagai inovasi terbaru dalam bidang pengolahan limbah ditampilkan, menunjukkan komitmen Cimahi dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah sampah.

    Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. “Kami telah melakukan pengawasan lingkungan terhadap sistem open dumping di berbagai daerah, termasuk di Cimahi. Ke depan, pengelolaan sampah harus beralih ke sistem sanitary landfill yang lebih aman bagi lingkungan,” tegas Hanif.

    Komitmen Menuju Cimahi Zero to TPA

    Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen menjadikan Cimahi sebagai model kota berkelanjutan dengan memperkuat kebijakan pengelolaan sampah yang partisipatif dan berbasis inovasi. Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menegaskan bahwa peringatan HPSN tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga titik awal bagi upaya konkret dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan teknologi ramah lingkungan.

    “Kami berkomitmen menjadikan Cimahi sebagai model kota berkelanjutan dengan pengelolaan sampah yang partisipatif dan inovatif. Tragedi longsor TPA Leuwigajah 20 tahun lalu menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menangani permasalahan sampah,” ujar Adhitia.

    Napak Tilas Tragedi Longsor TPA Leuwigajah

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan Napak Tilas Tragedi Longsor TPA Leuwigajah di kawasan eks-TPA Leuwigajah. Acara ini diisi dengan doa bersama dan penanaman pohon sebagai simbol pemulihan lingkungan dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Selain itu, dilakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong, fasilitas modern dengan kapasitas pengolahan 50 ton sampah per hari.

    TPST Santiong menjadi salah satu solusi dalam mengurangi ketergantungan Kota Cimahi terhadap TPA, sekaligus mendorong sistem pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui produksi bahan Refuse Derived Fuel (RDF) serta pengolahan sampah organik untuk pakan maggot.

    Kampanye “Bawa Kantong Belanja Sendiri”

    Selain itu, HPSN 2025 juga mencakup kampanye “Bawa Kantong Belanja Sendiri” yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi sampah plastik sejak dari sumbernya.

    Penutupan: Kolaborasi dan Inovasi untuk Masa Depan yang Lebih Bersih

    Peringatan HPSN 2025 di Cimahi menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya bersih dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Cimahi siap menjadi pelopor kota bebas sampah dan contoh bagi daerah lain di Indonesia.

    “Dengan semangat kebersamaan ini, kita harapkan pasar-pasar di seluruh Indonesia bisa menjadi tempat yang lebih bersih dan nyaman, sehingga mendukung perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hanif.

    Partisipasi dari PT Jasa Medivest Pengolah Limbah B3 Terpercaya

    PT Jasa Medivest turut berpartisipasi dalam peringatan HPSN 2025 sebagai peserta pameran dengan menampilkan solusi inovatif dalam pengangkutan dan pengolahan limbah B3, khususnya limbah medis. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

  • Mengolah 55 Kode Limbah, PT Jasa Medivest Siap Menjadi Mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    Mengolah 55 Kode Limbah, PT Jasa Medivest Siap Menjadi Mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat


    Pengelolaan Limbah B3 PT Jasa Medivest Selama 18 Tahun

    PT Jasa Medivest telah berkiprah dalam pengelolaan limbah B3 medis selama lebih dari 18 tahun. Dengan berjalannya waktu, perusahaan ini terus berinovasi dengan teknologi yang tepat guna untuk mencapai produktifitas berkelanjutan. Selain itu, Jasa Medivest siap memperluas jangkauan pasarnya, sehingga dapat menjadi solusi utama dalam pengelolaan limbah B3 di Jawa Barat.

    Direktur PT Jasa Medivest, Beni Cahyadi, mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki rencana strategis untuk optimalisasi bisnis. “Alhamdulillah, mesin insinerator pertama di Plant Dawuan kini mampu mengolah 55 kode limbah B3, baik medis maupun industri” jelasnya. Beni menekankan pentingnya standar mekanisme pengelolaan limbah yang tepat, sesuai dengan aturan yang berlaku.


    Proses Pengelolaan Limbah B3 di PT Jasa Medivest

    Teknis pengelolaan limbah B3 di PT Jasa Medivest dilakukan dengan teliti. Sebelum diterima, limbah B3 akan diperiksa berdasarkan izin yang dimiliki perusahaan. Sampel limbah kemudian diuji di laboratorium untuk menentukan penanganan yang sesuai, memastikan pengelolaan yang aman dan sesuai regulasi.

    Sesampainya limbah di Plant Dawuan, petugas akan mencocokkan limbah dengan data dari TPS untuk memastikan kategori yang tepat. Selanjutnya, limbah akan dihitung berdasarkan heating value dari campurannya, baik limbah cair maupun sludge.

    “Limbah cair akan dipompa ke tangki pencampur, sedangkan limbah padat dan sludge akan diangkut dengan forklift dan dituangkan secara manual ke dalam tangki” kata Beni. Setelah pencampuran, limbah tersebut dikemas ulang dan ditempatkan di wheeled bin untuk proses lebih lanjut.


    Pengembangan Insinerator Kedua di Plant Dawuan

    PT Jasa Medivest juga sedang mengajukan persetujuan teknis untuk optimalisasi mesin insinerator kedua di Plant Dawuan. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan teknologi pengolahan dan menambah nilai bisnis perusahaan. Dengan dua mesin insinerator, kapasitas pengolahan bisa mencapai 30 ton limbah B3 per hari dan mencakup hingga 200 kode limbah B3, baik medis maupun industri.


    Spirit 3C: Comply, Competitive, Care

    Dalam mendukung pemerintah provinsi Jawa Barat, PT Jasa Medivest siap menjadi mitra yang tepat, aman, dan berkualitas dalam menangani limbah B3 secara profesional.

  • Peringatan 101 Tahun RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Perkuat Komitmen Kesehatan dan Kepedulian Lingkungan

    Peringatan 101 Tahun RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Perkuat Komitmen Kesehatan dan Kepedulian Lingkungan

    Bandung, 6 Oktober 2024 – Memperingati hari ulang tahun ke-101, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Bhakti Sosial pada Minggu, 6 Oktober 2024. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran rumah sakit dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah layanan dan aktivitas sosial, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, hingga pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan juga diisi dengan seminar kesehatan yang menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.


    Memperkuat Peran Rumah Sakit di Tengah Masyarakat

    Dalam sambutannya, Direktur RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung menekankan bahwa peran rumah sakit tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada pasien, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

    “Sebagai institusi kesehatan, kami berkomitmen untuk tidak hanya merawat pasien, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

    Pesan tersebut tercermin melalui pelaksanaan kegiatan sosial yang melibatkan berbagai pihak. RSUP Dr. Hasan Sadikin juga membuka ruang kolaborasi dengan organisasi masyarakat, relawan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan. Tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui edukasi, kepedulian sosial, dan perhatian terhadap lingkungan.


    PT Jasa Medivest Hadir sebagai Mitra Pengelolaan Limbah B3 Medis

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT Jasa Medivest turut hadir dalam peringatan 101 tahun RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. PT Jasa Medivest merupakan mitra pengelolaan limbah B3 medis RSUP Dr. Hasan Sadikin dan berkesempatan berpartisipasi melalui kehadiran tim Marketing di stand perusahaan.

    Kehadiran PT Jasa Medivest dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun hubungan yang baik dengan mitra sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3.

    Limbah B3 atau limbah bahan berbahaya dan beracun merupakan limbah yang memiliki karakteristik tertentu sehingga membutuhkan penanganan secara tepat. Dalam lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan, pengelolaan limbah medis menjadi bagian penting untuk mendukung keselamatan manusia dan menjaga kualitas lingkungan.

    Pengelolaan limbah yang dilakukan secara bertanggung jawab juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan.


    Pentingnya Pengelolaan Limbah B3 di Fasilitas Kesehatan

    Aktivitas pelayanan kesehatan menghasilkan berbagai jenis limbah yang perlu dikelola sesuai dengan karakteristiknya. Karena itu, pengelolaan limbah B3 medis tidak dapat dipandang sebagai sekadar proses pembuangan limbah.

    Setiap tahapan membutuhkan perhatian agar limbah dapat ditangani dengan benar dan tidak menimbulkan risiko terhadap masyarakat maupun lingkungan.

    Bagi fasilitas pelayanan kesehatan, pengelolaan limbah B3 yang baik juga mencerminkan komitmen terhadap standar keselamatan, kesehatan, dan lingkungan. Kolaborasi dengan pengelola limbah yang memiliki kompetensi menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan proses tersebut berjalan secara bertanggung jawab.

    Melalui pengalaman dalam pengelolaan limbah B3 medis dan limbah B3 industri, PT Jasa Medivest terus mendorong kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian penting dari keberlanjutan operasional perusahaan maupun fasilitas pelayanan kesehatan.


    101 Tahun Perjalanan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Peringatan 101 tahun RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang rumah sakit yang memiliki sejarah penting dalam pelayanan kesehatan di Jawa Barat.

    Rumah sakit ini mulai dibangun pada tahun 1920 dan diresmikan pada 15 Oktober 1923 dengan nama “Het Algemeene Bandoengsche Ziekenhuijs”. Pada 30 April 1927, namanya berubah menjadi “Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana” dengan kapasitas sekitar 300 tempat tidur.

    Pada tahun 1954, Rumah Sakit Ranca Badak ditetapkan sebagai rumah sakit provinsi dan berada di bawah pengawasan Departemen Kesehatan. Dua tahun kemudian, rumah sakit tersebut dikembangkan menjadi rumah sakit umum dengan kapasitas sekitar 600 tempat tidur.

    Perkembangan tersebut berlangsung bersamaan dengan berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Sejak saat itu, Rumah Sakit Ranca Badak juga menjadi tempat pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, sekaligus menandai dimulainya kerja sama antara kedua institusi.

    Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari sejarah berkembangnya pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di Jawa Barat hingga RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung seperti saat ini.


    Membangun Kolaborasi untuk Kesehatan dan Lingkungan yang Berkelanjutan

    Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dan Bhakti Sosial dalam rangka peringatan 101 tahun RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung memberikan gambaran bahwa kesehatan masyarakat memiliki cakupan yang luas.

    Pemeriksaan kesehatan dan edukasi membantu meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan sosial memperkuat kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan. Sementara itu, pengelolaan limbah B3 yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan di sekitar aktivitas pelayanan kesehatan.

    Kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan mitra pengelolaan limbah menjadi salah satu upaya untuk memastikan aspek kesehatan dan lingkungan dapat berjalan beriringan.

    Bagi PT Jasa Medivest, keterlibatan dalam kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk dukungan terhadap peringatan hari jadi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3 medis dan limbah B3 industri secara tepat dan bertanggung jawab.

    Pahami Pentingnya Pengelolaan Limbah B3

    Pengelolaan limbah B3 membutuhkan penanganan yang tepat, aman, dan bertanggung jawab. Baik fasilitas pelayanan kesehatan maupun sektor industri memiliki peran dalam memastikan limbah yang dihasilkan tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

    Memahami pengelolaan limbah B3 adalah langkah awal untuk membangun pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

  • Kolaborasi BUMN-BUMD Dorong Investasi, PT Jasa Medivest Perluas Kapasitas Pengolahan Limbah B3 di Jawa Barat

    Kolaborasi BUMN-BUMD Dorong Investasi, PT Jasa Medivest Perluas Kapasitas Pengolahan Limbah B3 di Jawa Barat

    Kerjasama investasi pengolahan limbah B3 antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan investasi di sektor pengelolaan limbah B3. Salah satu BUMD yang aktif terlibat dalam inisiatif ini adalah PT Jasa Medivest, perusahaan yang telah lebih dari 18 tahun bergerak di bidang pengelolaan limbah B3 medis dengan prinsip ramah lingkungan dan memiliki kapasitas pengolahan hingga 24 ton per hari.

    Percepatan Inovasi Melalui Optimalisasi Mesin Insinerator

    Sejak tahun 2023, PT Jasa Medivest berfokus pada optimalisasi rekayasa engineering di fasilitas Dawuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan limbah. Inisiatif ini diawali dengan persetujuan dari pemegang saham perusahaan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, serta pemasangan alat pre-treatment berupa mixing tank yang menjadi standar dalam pemrosesan limbah. Beberapa uji teknis seperti trial burning test dan commissioning test telah dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi KLHK, memastikan bahwa proses pengolahan limbah mematuhi standar yang ditetapkan.

    Direktur PT Jasa Medivest, Beni Cahyadi, menyatakan bahwa optimalisasi mesin insinerator ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas jenis limbah B3 yang dapat diolah. “Sebelumnya, kami hanya mampu mengolah 14 kode limbah B3 yang terbatas pada limbah medis. Namun, dengan optimalisasi yang telah kami lakukan, kami kini dapat mengolah hingga 55 kode limbah yang mencakup limbah medis dan industri,” jelas Beni dalam pernyataannya pada Senin (30/9/2024).

    Dukungan Investasi Pengolahan Limbah B3 dari Mitra Strategis

    Pengembangan kapasitas ini tentu membutuhkan dukungan finansial yang memadai. Oleh karena itu, PT Jasa Medivest menjalin kerja sama strategis dengan BRI untuk mendapatkan fasilitas kredit investasi dalam hal investasi pengolahan limbah B3. Penandatanganan perjanjian kredit investasi dilakukan pada 12 September 2024 oleh Beni Cahyadi, Dhinar Adi Nugroho selaku Pimpinan Cabang BRI Soekarno-Hatta, dan notaris Dr. Ranti Fauza Mayana, SH.

    Dhinar Adi Nugroho menyatakan bahwa potensi pengembangan usaha PT Jasa Medivest sangat strategis mengingat komitmen mereka dalam pengelolaan limbah B3 di Indonesia. “Dukungan finansial ini diberikan karena kami melihat profesionalisme dan komitmen PT Jasa Medivest yang telah terbukti selama bertahun-tahun,” ujar Dhinar.

    Langkah Pengembangan Bisnis di Masa Depan

    Ke depan, PT Jasa Medivest berencana mengajukan persetujuan teknis untuk optimalisasi mesin insinerator pertama di fasilitas Dawuan. Rencana ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan limbah hingga 200 kode limbah B3, dengan total kapasitas gabungan dua insinerator meningkat dari 24 ton per hari menjadi 30 ton per hari. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memperbesar kapasitas pengolahan, tetapi juga untuk memastikan pengelolaan limbah B3 yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan industri di Jawa Barat.

    Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Inovasi

    Komitmen PT Jasa Medivest dalam mengadopsi inovasi teknologi terus diperkuat demi menjamin produktivitas yang berkelanjutan dan memperluas pasar. Hal ini diharapkan dapat menjadikan PT Jasa Medivest sebagai solusi utama dalam pengelolaan limbah B3, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jawa Barat sebagai entitas BUMD.

    “Dengan dukungan dari mitra strategis seperti BRI dan sinergi dengan pemerintah, kami optimis dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Ini juga menjadi wujud nyata dari semangat 3C (Comply-Competitive-Care) yang menjadi landasan kami dalam beroperasi,” pungkas Beni Cahyadi.

  • Peluang dan Tantangan Pengelolaan Limbah B3 di Fasilitas Kesehatan Jawa Barat

    Peluang dan Tantangan Pengelolaan Limbah B3 di Fasilitas Kesehatan Jawa Barat

    Bandung, 30 Juli 2024 – PT Jasa Medivest, sebuah BUMD yang fokus pada pengelolaan limbah medis, terus menghadapi tantangan dan peluang dalam mengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan industri farmasi di Jawa Barat. Direktur Utama PT Jasa Medivest, Beni Cahyadi, mengungkapkan bahwa ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar bisnis ini terus berkembang. Hal ini dikemukakan pada acara seminar hybrid yang bertajuk “Kebijakan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Pada Fasilitas Layanan Kesehatan”. Seminar yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, Prima Mayaningtyas, Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan, Direktur PT Jasa Sarana induk perusahaan PT Jasa Medivest yang diwakili oleh Mohammad Wais Fansuri. Seminar ini juga diikuti oleh 150 peserta yang hadir secara langsung, 750 peserta yang hadir secara daring dan 500 penonton di kanal youtube DLH Jabar.

    Tantangan dalam Pengelolaan Limbah B3

    Beni mencatat bahwa salah satu tantangan utama adalah keterbatasan simpul logistik bagi fasyankes kecil, yang sering kali tidak memiliki fasilitas penyimpanan sementara yang memadai untuk limbah B3. Selain itu, pemahaman yang kurang terkait pengadaan pengelolaan limbah B3 oleh pihak ketiga, yang sering kali lebih mengutamakan biaya rendah daripada kualitas layanan, menjadi faktor risiko yang signifikan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, Prima Mayaningtyas, menambahkan bahwa banyak fasyankes masih belum memenuhi standar dalam pengelolaan limbah B3. Beberapa masalah yang umum ditemui termasuk kurangnya identifikasi limbah B3, pencatatan dan pengisian neraca LB3 yang tidak dilakukan, serta penyerahan limbah B3 kepada pihak ketiga tanpa izin yang sesuai. Hal ini sering disebabkan oleh fokus utama fasyankes yang lebih pada pelayanan kesehatan, serta keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas yang memenuhi persyaratan teknis.

    Peluang untuk Pengembangan

    Di sisi lain, bertambahnya jumlah fasyankes di Jawa Barat membuka peluang baru bagi PT Jasa Medivest. Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun, perusahaan ini memiliki kapasitas pengolahan harian mencapai 24 ton dengan dua unit incinerator ramah lingkungan. Jasa Medivest juga dilengkapi dengan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) berkapasitas 500 ton dan cool storage sebesar 15 ton.

    Beni mengusulkan agar pemerintah daerah mendorong pengelolaan limbah B3 berbasis kewilayahan untuk memastikan penanganan yang tepat dan efisien. Jasa Medivest, sebagai BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siap menjadi mitra strategis dalam upaya ini.

    Komitmen Pemerintah dan Solusi

    Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengelolaan limbah B3 yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam seminar Kebijakan Pengelolaan Limbah B3 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diadakan di kantor DLH Jabar, Bey mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, total limbah B3 yang dihasilkan di Jawa Barat mencapai 36.744,82 ton, dengan hanya 8.048,60 ton yang dikelola lebih lanjut.

    Pemerintah daerah berencana untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat regulasi, serta mengawasi pelaksanaan pengelolaan limbah B3. Seminar yang diinisiasi oleh DLH Jabar dan PT Jasa Medivest ini diharapkan dapat menghasilkan solusi efektif dan inovatif dalam menangani limbah B3, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

    Dalam menghadapi tantangan pengelolaan limbah B3 di Jawa Barat, kerjasama antara berbagai pihak menjadi kunci untuk mencapai pengelolaan yang lebih baik dan berkelanjutan. PT Jasa Medivest siap memainkan peran penting dalam usaha ini, mengingat kapasitas dan pengalaman yang mereka miliki.

    Sumber :

    dlh.jabarprov.go.id

    Jasa Medivest Dorong Pemda Kelola Limbah B3 Berbasis Kewilayahan (bisnis.com)

    Jabar Komitmen Kelola Limbah B3  Ramah Lingkungan | tugubandung.id

    Pengelolaan Limbah B3 di Jawa Barat masih Bermasalah (mediaindonesia.com)

  • RUPS PT Jasa Medivest: Berhasil Meraih Pendapatan Sebesar 28 Miliar Pada Tahun 2023

    RUPS PT Jasa Medivest: Berhasil Meraih Pendapatan Sebesar 28 Miliar Pada Tahun 2023

    PT Jasa Medivest (Jamed) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2023. Capaian tersebut mencakup aspek operasional, keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan, kepuasan pelanggan, hingga kinerja keuangan.

    Kinerja positif ini menjadi bagian dari komitmen PT Jasa Medivest untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan limbah B3 medis dan limbah B3 industri, sekaligus memperluas layanan bagi berbagai sektor yang membutuhkan pengelolaan limbah secara aman dan bertanggung jawab.


    RUPS Tahunan 2023 PT Jasa Medivest

    Capaian kinerja Jamed disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2023 yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor PT Jasa Medivest Bandung pada Jumat, 26 Juli 2024.

    RUPS dihadiri oleh para pemegang saham, di antaranya PT Jasa Sarana yang diwakili oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan, serta PT SPJT yang diwakili oleh Direktur, Untung Juanto.

    Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyampaikan apresiasi atas kinerja perusahaan selama tahun 2023. Dukungan juga diberikan terhadap upaya Jamed dalam mengembangkan pasar pengelolaan limbah B3 di Jawa Barat.

    Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memberikan solusi pengelolaan limbah yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.


    Kinerja Positif PT Jasa Medivest Sepanjang 2023

    Direktur Jamed, Beni Cahyadi, menyampaikan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun 2023, baik dari sisi operasional, QHSE, maupun keuangan.

    “Alhamdulillah kami masih dapat membukukan kinerja positif di tahun 2023 baik dari aspek operasional, QHSE dan financial dan dapat berkontribusi pada dividen pemegang saham.”

    Salah satu pencapaian penting adalah lebih dari 1,3 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan. Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan budaya keselamatan dalam setiap kegiatan operasional.

    Selain keselamatan kerja, Jamed juga mencatatkan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 98,7%. Tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator penting bahwa kualitas pelayanan menjadi salah satu perhatian utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan pengelolaan limbah B3.

    PT Jasa Medivest juga memperoleh PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai salah satu pencapaian dalam pengelolaan lingkungan.


    Pendapatan Mencapai Rp28 Miliar

    Dari sisi keuangan, Jamed membukukan pendapatan sebesar Rp28 miliar pada tahun 2023.

    Pertumbuhan pendapatan tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas layanan pengolahan limbah. Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan adalah menambah jenis limbah yang dapat diolah hingga mencapai 55 kode limbah.

    Perluasan kemampuan pengolahan tersebut memberikan peluang bagi PT Jasa Medivest untuk melayani kebutuhan pengelolaan limbah dari lebih banyak sektor dan jenis kegiatan usaha.

    Di sisi lain, perusahaan juga melakukan optimalisasi armada pengangkutan serta memperkuat kegiatan pemasaran secara langsung kepada pelanggan.


    Pengelolaan Limbah B3 Medis Terus Dioptimalkan

    Sebagai perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan limbah B3, PT Jasa Medivest terus mengoptimalkan proses pengangkutan dan pengolahan limbah B3 medis.

    Pengelolaan limbah B3 medis membutuhkan proses yang dilakukan secara bertanggung jawab karena limbah tersebut dapat menimbulkan risiko bagi manusia dan lingkungan apabila tidak ditangani dengan tepat.

    Karena itu, perusahaan terus memperkuat aspek keselamatan dalam kegiatan operasional. Sepanjang tahun 2023, tidak tercatat kejadian kecelakaan kerja dalam kegiatan operasional PT Jasa Medivest.

    Komitmen terhadap keselamatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memberikan rasa aman bagi pelanggan yang mempercayakan pengelolaan limbahnya kepada perusahaan.


    Memperluas Kemampuan Pengolahan Limbah B3

    Selain meningkatkan kinerja pengangkutan dan pengolahan limbah B3 medis, PT Jasa Medivest juga terus memperluas kemampuan operasionalnya.

    Dengan kemampuan pengolahan yang terus dikembangkan, PT Jasa Medivest berupaya menjadi mitra bagi perusahaan, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun sektor lainnya yang membutuhkan solusi pengelolaan limbah B3 secara profesional.


    Komitmen terhadap Keselamatan dan Lingkungan

    Pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan proses pengangkutan dan pengolahan. Aspek keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam keseluruhan layanan.

    PT Jasa Medivest secara berkelanjutan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas operasional.

    Komitmen tersebut sejalan dengan upaya perusahaan untuk menghadirkan layanan pengelolaan limbah B3 yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan.


    Strategi Menghadapi Tantangan Industri Pengelolaan Limbah B3

    Industri pengelolaan limbah B3 terus menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan yang berkembang. Perubahan kebutuhan pelanggan, peningkatan kapasitas layanan, serta tuntutan terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik mendorong perusahaan untuk terus beradaptasi.

    PT Jasa Medivest merespons tantangan tersebut melalui pengembangan strategi, peningkatan kemampuan operasional, optimalisasi armada, serta inovasi dalam layanan pengelolaan limbah.

    Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan dapat memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab di Jawa Barat.


    PT Jasa Medivest, Mitra Pengelolaan Limbah B3 di Jawa Barat

    Berbagai pencapaian pada tahun 2023 menjadi bagian dari perjalanan PT Jasa Medivest dalam mengembangkan layanan pengelolaan limbah B3 medis dan limbah B3 industri.

    Dengan pengalaman, kemampuan pengolahan, dukungan armada pengangkutan, serta komitmen terhadap keselamatan dan lingkungan, PT Jasa Medivest terus berupaya memberikan solusi pengelolaan limbah bagi pelanggan dari berbagai sektor.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui semangat:

    “Dari Jabar, Oleh Jabar, Untuk Jabar.”

    Bagi perusahaan, fasilitas kesehatan, maupun pelaku usaha yang membutuhkan solusi pengelolaan limbah B3 yang aman dan profesional, PT Jasa Medivest siap menjadi mitra dalam mendukung pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab.

  • Rumah Sakit Murni Teguh Dibuka di Eks Bangunan Mal Bandung

    Rumah Sakit Murni Teguh Dibuka di Eks Bangunan Mal Bandung

    Menariknya, rumah sakit ini berdiri di atas bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai pusat perbelanjaan atau mal. Pemanfaatan kembali bangunan tersebut menjadi fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa sebuah ruang komersial dapat dikembangkan menjadi fasilitas yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.


    RS Murni Teguh Naripan Bandung Hadir dengan Fasilitas Kesehatan Modern

    Rumah Sakit Murni Teguh Naripan Bandung merupakan bagian dari Murni Teguh Hospitals Group. Rumah sakit ini dirancang untuk menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif dengan dukungan fasilitas dan tenaga kesehatan yang berpengalaman.

    Dalam pengembangannya, rumah sakit ini direncanakan memiliki hingga 400 tempat tidur serta berbagai fasilitas diagnostik dan layanan penunjang kesehatan lainnya.

    Kehadiran rumah sakit baru ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Bandung dan daerah sekitarnya terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berkualitas.


    Fokus pada Layanan Kesehatan Jantung

    Salah satu layanan yang menjadi fokus utama Rumah Sakit Murni Teguh Naripan Bandung adalah layanan kesehatan jantung.

    Rumah sakit ini didukung oleh dokter spesialis jantung dan tenaga kesehatan berpengalaman serta fasilitas penunjang untuk membantu proses pemeriksaan dan penanganan pasien.

    Founder Murni Teguh, Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT, menyampaikan bahwa kehadiran rumah sakit ini ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat.

    Dengan tersedianya layanan spesialis dan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap, masyarakat Bandung diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus bepergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.


    Tidak Hanya Melayani Penyakit Jantung

    Selain layanan kesehatan jantung, Rumah Sakit Murni Teguh Naripan Bandung juga menyediakan berbagai layanan kesehatan lainnya.

    Beberapa di antaranya meliputi:

    • Penyakit dalam
    • Layanan kesehatan anak
    • Layanan ibu dan anak
    • Bedah umum
    • Layanan diagnostik dan penunjang kesehatan

    Rumah sakit ini juga melayani peserta BPJS Kesehatan, sehingga akses terhadap layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.


    Kehadiran Rumah Sakit Baru Membawa Manfaat bagi Masyarakat

    Peresmian Rumah Sakit Murni Teguh Naripan Bandung mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran fasilitas kesehatan baru dapat memberikan alternatif layanan bagi warga Bandung dan wilayah sekitarnya.

    Selain memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, keberadaan rumah sakit juga membutuhkan pengelolaan operasional yang baik. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan limbah medis dan limbah B3 yang dihasilkan dari berbagai aktivitas pelayanan kesehatan.

    Limbah B3 adalah limbah yang memiliki karakteristik tertentu sehingga membutuhkan penanganan secara aman dan sesuai ketentuan. Pada fasilitas pelayanan kesehatan, limbah tersebut dapat berasal dari berbagai kegiatan pemeriksaan, perawatan, laboratorium, hingga aktivitas penunjang lainnya.

    Pengelolaan yang tepat diperlukan untuk membantu melindungi tenaga kesehatan, petugas, pasien, masyarakat, serta lingkungan di sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.


    PT Jasa Medivest Mendukung Pengelolaan Limbah B3 Medis

    Sebagai bagian dari kegiatan operasional rumah sakit, pengelolaan limbah B3 medis menjadi salah satu aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan layanan kesehatan.

    PT Jasa Medivest hadir sebagai perusahaan yang menyediakan layanan pengelolaan limbah B3 medis dan limbah B3 industri. Dengan dukungan pengelolaan yang tepat, fasilitas pelayanan kesehatan dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien, sementara aspek pengelolaan limbah ditangani sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

    Bagi rumah sakit, klinik, laboratorium, fasilitas kesehatan, maupun perusahaan yang menghasilkan limbah B3, pemilihan mitra pengelolaan limbah yang tepat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan, kepatuhan, dan keberlanjutan operasional.

    Membutuhkan Layanan Pengelolaan Limbah B3?

    PT Jasa Medivest siap membantu kebutuhan pengelolaan limbah B3 medis dan limbah B3 industri bagi fasilitas kesehatan dan sektor industri.

    Dengan pengalaman dan layanan yang berfokus pada pengelolaan limbah B3, PT Jasa Medivest dapat menjadi mitra bagi perusahaan yang membutuhkan solusi pengelolaan limbah secara profesional.