PT Jasa Medivest mengembangkan fasilitas pengomposan untuk mengelola limbah organik domestik secara mandiri dan ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kesehatan Lingkungan sebagai bagian dari program magang akademik sekaligus menjadi langkah nyata dalam menerapkan prinsip 3R dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Pada 30–31 Juli 2026, PT Jasa Medivest melaksanakan kegiatan pembuatan media komposting untuk mengolah limbah organik domestik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di lingkungan perusahaan.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh tim PT Jasa Medivest bersama dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, peminatan Kesehatan Lingkungan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu Sabda Aulia dan Novi Fitriani. Keduanya tengah menjalani program magang akademik di PT Jasa Medivest.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Selain memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, program tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan solusi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan perusahaan.
Mengelola Limbah Organik dari Sumbernya
Limbah organik merupakan jenis limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, daun kering, dan ranting. Apabila dikelola dengan baik, limbah tersebut tidak hanya dapat dikurangi jumlahnya, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.
Melalui pembuatan media komposting, PT Jasa Medivest berupaya mengelola sebagian limbah organik secara mandiri. Langkah ini sejalan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), yaitu mengurangi timbulan limbah, menggunakan kembali material yang masih dapat dimanfaatkan, serta mendaur ulang limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Program pengomposan ini juga menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mendukung aspek pengelolaan lingkungan yang berkaitan dengan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup).
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan limbah tidak berhenti pada proses pembuangan, tetapi diarahkan pada pemanfaatan kembali material yang masih memiliki potensi.
Dua Media Komposting untuk Jenis Limbah Berbeda
Dalam pelaksanaannya, PT Jasa Medivest menggunakan dua jenis media komposting yang disesuaikan dengan karakteristik limbah organik.
Media Pertama untuk Sisa Makanan
Media pertama menggunakan drum plastik HDPE berkapasitas 200 liter. Wadah ini diperuntukkan bagi pengolahan sisa makanan dengan kapasitas sekitar 45 kilogram per siklus pengomposan
Drum tersebut dilengkapi dengan sejumlah bagian pendukung untuk membantu proses pengomposan, antara lain nampan penampung sampah, lubang pengambilan kompos, serta keran untuk mengalirkan pupuk organik cair.
Selain itu, terdapat pipa berongga yang berfungsi membantu sirkulasi udara di dalam media dan mendukung pelepasan gas yang terbentuk selama proses penguraian bahan organik.
Penggunaan drum menjadi pilihan yang praktis karena bentuknya tertutup dan dapat ditempatkan pada area yang telah ditentukan. Dengan pengelolaan yang tepat, sisa makanan yang sebelumnya menjadi limbah dapat diproses menjadi kompos dan pupuk organik cair.
Media Kedua untuk Limbah Vegetasi
Berbeda dengan sisa makanan, limbah vegetasi seperti daun kering dan ranting dari area hijau perusahaan membutuhkan media yang lebih terbuka.
Untuk kebutuhan tersebut, PT Jasa Medivest menggunakan wire mesh atau ram kawat dengan keliling sekitar 4 meter dan diameter sekitar 127 sentimeter.
Media ini dirancang untuk menampung limbah vegetasi sehingga proses penguraian dapat berlangsung dengan sirkulasi udara yang cukup. Daun kering dan ranting yang sebelumnya harus dikelola sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengomposan.
Penggunaan dua media dengan fungsi berbeda menunjukkan bahwa pengelolaan limbah organik perlu mempertimbangkan jenis dan karakteristik material yang akan diolah.
Kolaborasi Industri dan Mahasiswa untuk Lingkungan
Keterlibatan Sabda Aulia dan Novi Fitriani dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di luar lingkungan kampus.
Melalui program magang akademik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pembuatan fasilitas pengolahan limbah organik.
Bagi dunia industri, kolaborasi dengan mahasiswa juga dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan dan menghadirkan perspektif baru dalam pengelolaan lingkungan.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Perguruan tinggi berperan dalam pengembangan pengetahuan dan sumber daya manusia, sementara perusahaan menyediakan ruang penerapan pengetahuan tersebut dalam aktivitas nyata.
Dari Fasilitas Sederhana Menuju Program Berkelanjutan
Setelah seluruh media komposting selesai dirakit, pengelolaannya akan diserahkan kepada PT Jasa Medivest untuk digunakan secara berkelanjutan.
Tahap berikutnya akan diawali dengan sosialisasi kepada para pekerja mengenai tata cara penggunaan media komposting. Sosialisasi menjadi bagian penting karena keberhasilan program pengelolaan limbah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh keterlibatan orang-orang yang menggunakannya.
Dalam penerapannya, proses pengomposan akan memanfaatkan EM4, yaitu bahan yang mengandung mikroorganisme untuk membantu proses penguraian bahan organik. Dengan penggunaan yang tepat, proses penguraian diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Hasil akhirnya diharapkan berupa kompos dan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan kembali. Dengan demikian, limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan memiliki peluang untuk kembali memberikan manfaat bagi lingkungan.
Langkah Nyata Membangun Budaya Pengelolaan Limbah
Pembuatan media komposting di PT Jasa Medivest merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki nilai penting dalam membangun budaya pengelolaan limbah khususnya limbah organik yang lebih bertanggung jawab.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana konsep kesehatan lingkungan diterapkan di dunia kerja. Bagi perusahaan, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik secara mandiri.
Ke depan, keberlanjutan program akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, pemilahan limbah dari sumbernya, serta partisipasi seluruh pekerja.
Melalui inisiatif tersebut, PT Jasa Medivest terus mendorong pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan manfaat dan nilai tambah dari limbah.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan praktik pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.


