Limbah B3 Infeksius Meningkat Akibat Covid-19, Begini Cara Jabar Mengelolanya

06 July 2021 12:43
Kontributor: Humas Jasa Medivest

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius di Jawa Barat ( Jabar) berpotensi
meningkat seiring lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa minggu ini. Hal
tersebut rupanya turut diperparah dengan peningkatan sampah medis akibat program vaksinasi
massal.
Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) PT Jasa Medivest, melakukan sejumlah cara, salah satunya menambah
kendaraan pengangkut limbah. Ini dilakukan agar kegiatan operasional bisa berjalan optimal.
Jasa Medivest sendiri merupakan anak perusahaan BUMD Jasa Sarana yang fokus terhadap
pengelolaan limbah B3 medis. Perusahaan ini berlokasi di Kawasan Dawuan, Kabupaten
Karawang, Jabar.
Direktur Jasa Medivest Olivia Allan menerangkan, saat ini pihaknya tengah mengedepankan
peran transporter internal.Pada Mei 2021, kata dia, Jasa Medivest bahkan sudah menambah
lima unit kendaraan pengangkut limbah medis. Saat ini, total ada 12 kendaraan pengangkut
limbah medis di Jabar.
"Tahun 2021, kami meracik strategi yang lebih mengedepankan peran transporter internal. Mei
2021, lima unit armada berizin kami tambahkan sehingga total 12 armada telah hilir mudik
mengangkut limbah B3 infeksius dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di
Provinsi Jabar,” kata Olivia, dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (6/7/2021).
Ia menerangkan, penanganan limbah medis Covid-19 yang dilakukan Jasa Medivest diklaim
aman terhadap lingkungan. Sebab, pemusnahan menggunakan insinerator berbasis teknologi
stepped heart controlled air dengan dua proses pembakaran bersuhu antara 1.000 hingga
1.200 derajat Celsius dan dilengkapi dengan alat kontrol polusi udara.
Selain itu, mesin pembakaran tersebut juga mampu menetralkan emisi gas buang seperti
partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, karbon monoksida (CO), dioxin dan
furan, sehingga gas buang yang dikeluarkan dapat memenuhi parameter standar baku emisi
internasional.
Olivia melaporkan, sepanjang tahun 2020, Jasa Medivest telah menangani 730 ton limbah
Covid-19 dari sejumlah provinsi. Sedangkan pada Januari-Mei 2021, perusahaan ini telah
menangani 337.7 ton limbah medis Covid-19.Tak hanya Jabar, Jasa Medivest rupanya juga
menangani limbah-limbah Covid-19 dari berbagai daerah lain, seperti DKI Jakarta, Maluku, Jawa
Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sumatera Barat (Sumbar), Nusa Tenggara Barat (NTB),
Jambi, Bali, dan Yogyakarta

whatsapp-chat